July 31, 2012

#peoplesay-024

Beberapa bulan yang lalu saya kedapetan rezeki buat bisa mengunjungi sebuah panti asuhan di gang sempit daerah Keputih. Saya, dan beberapa temen-temen Elang 2011 yang antusias berkontribusi di acara tahunan HIMA Sthapati kali ini sudah mulai kalang kabut sejak beberapa hari sebelumnya. Mengumpulkan uang, dan memilih-milih buku sumbangan yang nantinya akan dibaca para penerus bangsa disana nantinya. Sthaperi; Sthapati Peduli Negeri. Kali ini mengusung acara Pustaka Mini yang diadakan di Panti Asuhan B. J. Habibie. Konsepnya simple; mbak mas fungsionaris mengkoordinasikan tiap angkatan & KM Sthapati yang berminat untuk menyumbangkan buku-buku bekas bagi anak-anak SD-SMP. Dengan rak buku, meja belajar, bahkan buku gambar & origami (brainstorming biar jadi arsitek :p)

Lalu, ini yang menarik....

Ada part dimana kadep hublu kami menanyakan nama & cita-cita adek-adek semua. Ada dokter, polisi, pemain sepak bola, guru, dosen, dll. Tak satupun menyebut arsitek. Mungkin karena banyak anak seumuran mereka yang belum paham betul siapa itu arsitek dan apa yang mereka lakukan, beda nggak sih sama tukang bangunan, dan lain sebagainya. Kecewa? Iya lah.

Hal ini mengingatkan saya, sebagai salah satu keturunan keluarga arsitek, dan sama sekali tidak berminat menjadi arsitek, hingga H-7 menjelang pengumpulan form SNMPTN Undangan.

Berikut kalimat yang menggetarkan hati saya. Mengutip sebuah perjalanan berbagi cerita seorang lightning designers, yang bersusah payah menjelaskan pekerjaannya kepada siswa-siswi kelas 3 SD

Saya adalah arsitek,

Arsitek adalah orang yang merancang bangunan dan membangunnya sehingga bisa digunakan oleh orang lain secara nyaman dan bisa memberikan lingkungan yang lebih baik.

Kami bekerja tidak sekedar menggambar, tetapi mendengarkan mimpi, menuangkan harapan orang lain, dan membuatnya nyata melalui proses menjadi bangunan yang bertahan lama.

Tempat dimana kalian duduk sekarang, kota kita, lihatlah keluar jendela, mesjid, gedung hotel itu, rumah itu, pasar, tempat kalian bermain, rumah sakit, adalah hasil kerja arsitek dan timnya. Kami bermimpi bersama dan membuatnya terbangun.

Monas, Museum gajah, masjid istiqlal, gereja katedral, stadion bung karno, candi borobudur, dari pyramid di Mesir hingga menara Eiffel di paris, kami merancang dan membuatnya nyata dan bertahan hingga saat ini. Kota kita di isi dan dibentuk oleh arsitek.

Arsitek menurut arsitek terkenal Frank Lloyd Wright adalah sekaligus penyair dan peramal, penyair yang menandakan jamannya dan menjawab masa depan melalui rancangannya.

Dan kamu, kamu, kamu, kita adalah seorang arsitek untuk masa depan kita."

##

Arsitek.

Bagi saya adalah sebuah pekerjaan mulia.

Mungkin tidak punya hymne seperti para guru,
Dan mungkin berbeda dengan dokter.

Namun bagi saya, Arsitek; kami,
membawa kehidupan,
dari balik layar.... 






edited by admin

No comments:

Post a Comment